Beranda Sepakbola International Bos PSG diperiksa dalam kasus korupsi hak siar FIFA

Bos PSG diperiksa dalam kasus korupsi hak siar FIFA

6

Ketua & CEO Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi. (REUTERS/STEPHANE MAHE)

Jakarta (ANTARA) – Bos Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi & mantan sekretaris jenderal FIFA yg jadi pesakitan, Jerome Valcke, menghadapi pertanyaan dari para jaksa penuntut Swiss yg menyelidiki dugaan korupsi pada pemberian hak siar pertandingan sepak bola.

Kantor kejaksaan agung Swiss (OAG) melukiskan interogasi itu sebagai “dengar pendapat pemeriksaan terakhir” dalam penyelidikan kriminal yg dibuka Maret 2017 tersebut.

Al-Khelaifi, yg juga pemimpin saluran televisi Qatar BeIN Sports, diduga sudah memberikan hadiah yg tidak sepatutnya kepada Valcke –termasuk akses bebas sewa ke sebuah properti mewah– dengan imbalan mengamankan hak siar perhelatan-perhelatan bergengsi, termasuk Piala Dunia.

Valcke, mantan tangan kanan bekas bos FIFA Sepp Blatter, disangka memberikan hak siar itu dengan imbalan suap.

Orang ketiga, tersangka ketiga dalam kasus ini yg disebut jaksa Swiss sebagai ‘seorang pengusaha sektor hak siar olah raga, juga diduga sudah menyalurkan suap untuk mendapatkan hak siar.

Baca juga: Pemilik PSG gugat tiga media

“Semua dari ketiga tersangka memenuhi panggilan OAG untuk bersaksi langsung,” mengatakan AOG dalam pernyataannya.

AOG menambahkan bahwa belum jelas benar apakah dakwaan remis akan diajukan kepada ketiga tersangka atau apakah kasus ini ditutup.

Dalam satu pernyataan, BeIN mengungkapkan bahwa tuduhan bahwa Al-Khelaifi sudah mendapatkan kesepakatan menguntungkan untuk hak siar televisi di Timur Tengah & Afrika untuk Piala Dunia 2026 & 2030 tidak melanggar hukum apa pun.

“Untuk alasan ini mosi untuk mencabut penyelidikan itu akan diajukan oleh regu pengacara Tuan Mr Al-Khelaifi pekan ini,” mengatakan BeIN seperti dikutip AFP.

Pengacara Valcke menyatakan mantan pejabat FIFA itu membantah semua tuduhan.

Baca juga: FIFA jatuhi eks presiden sepak bola Bolivia sanksi seumur hidup

Al-Khelaifi pada Mei dituduh secara terpisah oleh jaksa Prancis dalam kaitannya dengan pencalonan Doha sebagai tuan rumah kejuaraan dunia atletik.

Jaksa Prancis secara spesifik menyoroti dua pembayaran senilai 3,5 juta dolar AS pada 2011 oleh Oryx Qatar Sports Investment, yg dioperasikan oleh adik Nasser, Khalid Al-Khelaifi, kepada sebuah perusahaan pemasaran olah raga yg dijalankan oleh Papa Massata Diack.

Ayahanda Diack, Lamine Diack, adalah presiden Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) dari 1999 hingga 2015 & anggota Komite Olimpiade Internasional.

Valcke, yg bekerja bersama Blatter dari 2003 hingga 2015, dilarang berkecimpung dalam sepak bola selama 10 tahun karena tak kooperatif dengan penyidik, menjual kembali tiket Piala Dunia & menggelembungkan pengeluaran.

Baca juga: Pejabat Nigeria diskors seumur hidup gara-gara atur skor

Sumber: Antara News